Bali Clean

Bali Green… because green, is not just a color…

Kebijakan Kantong plastik berbayar

| 0 comments

Sebelum membahas tetang Kebijakan Kantong plastik berbayar, team baliclean sudah pernah membahas tentang kantong plastik di artiket ‘Tolak Tas Kresek” December 10, 2012. Sekarang muncul lagi dan ramai dibicarakan tentang kantong plastik berbayar, well… kita lihat apa ini bisa berbuah manis untuk mengurangi dan melawan sampah plastik. Kami mengutip di forum tetangga tentang pembahasan kantong plastik berbayar;

………

ada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari nanti, pemerintah akan memberlakukan kebijakan kantong plastik berbayar. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan memperkenalkan kebijakan kantong plastik berbayar di 17 kota kepada pemerintah daerah, dunia usaha atau peretail modern, dan masyarakat. Kota-kota yang akan menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar tersebut adalah DKI Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, Medan, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Ambon, dan Jayapura. Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya Kementerian LHK Tuti Hendrawati Mintarsih mengatakan, penerapan plastik berbayar awalnya akan ditujukan kepada retail modern secara bertahap. Kebijakan kantong plastik berbayar sudah mulai diterapkan di Bandung dan Cimahi. Menurut infobandung.co. Pemerintah Kota Bandung telah memberlakukan Perda Kota Bandung 17/2012 tentang ‘Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik yang Tidak Ramah Lingkungan’. “Tadinya malah saya kepikiran yang lebih tegas, yaitu sama sekali melarang kantong plastik. Namun, #pay4plastic ini bisa menjadi solusi jangka pendek, tetapi untuk solusi jangka menengah di Bandung akan dikaji untuk pelarangan kantong plastik,” ujar Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, seperti dikutip dari infobandung.co. Indonesia menduduki peringkat kedua “pembuang” sampah plastik ke laut setelah Tiongkok. Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum, produksi sampah plastik di Indonesia menduduki peringkat kedua penghasil sampah domestik yaitu 5,4 juta ton per tahun. “Berdasarkan data statistik persampahan domestik Indonesia, jumlah sampah plastik tersebut merupakan 14 persen dari total produksi sampah di Indonesia,” kata Ketua Umum “Indonesia Solid Waste Association” (InSWA), Sri Bebassari. Sementara berdasarkan data dari Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jakarta, tumpukan sampah di wilayah DKI Jakarta mencapai lebih dari 6.000 ton per hari dan sekitar 13 persen diantaranya berupa sampah plastik. Dari seluruh sampah yang ada di pantai, 57 persen berupa sampah plastik. Sampah ini mengapung dan bahkan hingga tenggelam di Samudera Pasifik sudah mencapai hampir 100 meter.

………

Akan tetapi lebih keras lagi masyarakat menolak, kami ambil salah satu artikel tetangga juga bertajuk “Rame-rame warga menolak kantong plastik berbayar”.

Wah… ini merupakan dualisme yang berbeda yang ada dimasyarakat, satu sisi stop penggunaanya, satu sisi butuh dengan kegunaannya. Apapun yang terjadi dengan pergolakan dimasyarakat, mari kita berbenah dimulai dari diri sendiri dan keluarga kita dulu, semoga efeknya akan mampu merubah masyarakat.

—Keep Indonesia Clean and Green.—

 

 

Leave a Reply