Bali Clean

Bali Green… because green, is not just a color…

Sampah dan masalah sosial proyek

| 0 comments

Daerah Seminyak – Kuta, kalau menurut saya menjadi daerah pendukung dari Kuta sendiri, tidak bisa lepas dari pembangunan. Disana banyak dibangun fasilitas dan akomodasi yang menunjang pariwisata, dari hotel dan villa dengan berbagai kelas, restaurant, spa, dan sebagainya. Diharapkan dari sana… kunjungan wisatawan domestik dan internasional meningkat, setidaknya sama dengan kunjungan wisatawan sebelum tragedi Bom Bali I dan II.

Dibalik itu… pembangunan yang pesat juga memunculkan berbagai dampak yang mengganggu. Seperti banyaknya proyek pembangunan… akan banyak menyisakan sampah anorganik yang tidak bisa diurai dan diolah sehingga akan mencemari tanah.

sampah proyek-potongan atap asbes-vmancer sampah proyek-pecahan beton-vmancer

Lihatlah pada foto diatas… Asbes dan kepingan beton tidak akan bisa diurai terutama secara alami. Untuk pengolahan lebih lanjut pun sangat susah. Memang ini tidak akan terlihat karena ditimbun tanah untuk mencapai level bangunan yang telah direncanakan.

Tapi akan tetap ada sampai kapan pun….

Selain itu… berbagai fasilitas ini juga mengharuskan untuk tersedianya energi listrik yang cukup. Sebagai gambaran saja… rumah tinggal biasa menggunakan energi listrik sekitar 900 Watt, villa menyedot listrik sekitar 46.000 Watt, itu sekitar 50 kali lipat….

Yang diatas adalah hanya sebagian kecil dampak terhadap lingkungan, dampak sosialnya…???

Tenaga kerja proyek… tukang, mandor, dan yang terlibat… adalah orang-orang luar daerah yang akan secara langsung ataupun tidak, menimbulkan isu keamanan bagi lingkungan. Belum lagi kebisingan suara yang mengganggu para tamu yang beristirahat di villa yang disewa untuk sekian hari. Juga sampah sehari-hari dari sekian orang-orang itu termasuk limbahnya.

Jadi apa yang harus dilakukan???

Author: vmancer

I liked the world of mobile phones, computers, and software. which I will discuss here.

Leave a Reply